Baru Lewat Satu Tahun...: Sebuah Refleksi Setelah Menjadi CPNS KPU
Sebagai anak muda yang tumbuh dengan berbagai pemberitaan mengenai dinamika dan kekisruhan politik di negeri ini, saya pernah menyimpan rasa skeptis terhadap pemilihan umum. Berita mengenai politik uang, kampanye negatif, perselisihan, hingga berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemilu membuat saya sempat mempertanyakan sejauh mana pemilu benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bahkan, pada saat itu, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari saya justru akan menjadi bagian dari lembaga yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pemilu. Menjadi PNS di Komisi Pemilihan Umum (KPU) bukanlah sesuatu yang pernah saya masukkan dalam bayangan atau cita-cita saya.
Namun, pada 2 Juni 2025, sebuah takdir pada akhirnya membawa saya menjadi salah satu dari 2.700 lebih CPNS KPU di seluruh Indonesia yang mulai melaksanakan tugas. Dari titik itulah, pandangan saya terhadap pemilu perlahan mulai berubah.
Menjadi bagian dari KPU memberikan saya kesempatan untuk melihat pemilu dari sisi yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui. Saya berkesempatan berinteraksi dengan berbagai pihak dan memperluas relasi dengan banyak stakeholder, baik dari instansi pemerintahan maupun pihak lainnya. Bagi saya, pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang menyenangkan sekaligus berharga. Saya bertemu dengan orang-orang baru, belajar memahami sudut pandang yang berbeda, serta melihat bagaimana setiap pihak memiliki peran dalam mendukung terselenggaranya pemilu.
Lebih dari sekadar mendapatkan pengalaman bekerja, saya juga mulai memahami bahwa penyelenggaraan pemilu ternyata jauh lebih kompleks daripada yang selama ini saya bayangkan. Sebagai bagian dari Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum, saya menyadari bahwa pemilu bukan hanya persoalan datang ke TPS, mencoblos surat suara, kemudian menunggu hasil penghitungan. Di balik beberapa jam masyarakat menggunakan hak pilihnya, terdapat proses panjang yang melibatkan banyak tahapan dan membutuhkan ketelitian, koordinasi, serta tanggung jawab yang besar.
Mulai dari penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi, penyusunan berbagai produk hukum, hingga berbagai tahapan teknis lainnya, semuanya saling berkaitan dan harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Hal-hal yang sebelumnya tampak sederhana dari luar ternyata menyimpan proses yang panjang dan kompleks di dalamnya. Dari pengalaman tersebut, saya mulai menyadari bahwa kualitas pemilu tidak hanya ditentukan pada hari pemungutan suara, tetapi merupakan hasil dari rangkaian proses panjang yang melibatkan banyak orang dan banyak pihak.
Pengalaman tersebut juga mengubah cara saya memandang keberadaan KPU. Saya sebelumnya melihat pemilu lebih banyak dari apa yang diberitakan dan diperdebatkan di ruang publik. Kini, saya berkesempatan melihat sisi lain yang jarang terlihat: bagaimana banyak orang bekerja di balik layar, mempersiapkan berbagai kebutuhan, memeriksa data, menyusun dokumen, berkoordinasi dengan berbagai pihak, dan memastikan setiap tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Saya menyadari bahwa perjalanan saya sebagai seorang CPNS KPU baru saja dimulai. Ke depan, tentu akan ada berbagai tantangan, tekanan, serta persoalan yang tidak selalu mudah untuk dihadapi. Namun, justru karena itulah saya ingin menjalani pekerjaan ini dengan sungguh-sungguh. Saya ingin terus belajar, bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan tugas yang diberikan kepada saya.
Jika dahulu saya pernah memandang pemilu dengan rasa skeptis, kini saya justru memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari proses yang menentukan perjalanan demokrasi di negeri ini. Saya tentunya tidak mungkin dapat mengubah seluruh persoalan dalam demokrasi Indonesia, tetapi saya percaya bahwa saya dapat memulai dari hal yang berada dalam tanggung jawab saya: bekerja dengan jujur, teliti, profesional, dan tidak menganggap remeh setiap tugas yang diberikan.
Saya ingin menjalani pekerjaan ini bukan sekadar sebagai sebuah profesi, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Saya berharap, melalui pekerjaan yang saya lakukan hari ini, sekecil apa pun kontribusinya, suatu saat anak dan cucu saya dapat hidup di negeri yang masyarakatnya masih percaya bahwa demokrasi adalah sesuatu yang layak diperjuangkan dan dijaga.
Oleh,
Muhammad Zaky Algifari
Penyusun Materi Hukum dan Perundang-undangan