Dari Ruang Kelas hingga Aktualisasi: Perjalanan Latsar CPNS yang Penuh Makna
Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan awal dari sebuah perjalanan pengabdian kepada negara. Namun, perjalanan tersebut tidak berhenti setelah dinyatakan lulus seleksi dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Sebagai CPNS, saya menyadari bahwa masih ada satu tahapan penting yang harus dilalui, yaitu Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS). Sebelum mengikuti Latsar, saya mengira pelatihan ini hanya menjadi syarat yang harus dipenuhi sebelum resmi menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, anggapan tersebut berubah setelah saya menjalani setiap prosesnya. Latsar ternyata bukan sekadar pelatihan, melainkan perjalanan belajar yang membentuk karakter, memperluas cara pandang, dan menanamkan nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap ASN. Pelaksanaan Latsar CPNS tahun 2026 menggunakan metode blended learning yang menggabungkan pembelajaran daring dan klasikal. Tahap pertama dimulai dengan pembelajaran secara daring melalui Zoom Meeting yang berlangsung dari 26 Januari hingga 5 Maret 2026. Pada tahap ini, peserta mempelajari empat agenda utama, yaitu : Agenda 1: Sikap Perilaku Bela Negara — tercermin dalam semangat disiplin, kerja keras, dan kebersamaan Agenda 2: Nilai-Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK) — hidup dalam setiap interaksi dan kerja tim Agenda 3: Kedudukan dan Peran PNS Menuju Smart Governance — terlihat dalam pola pikir adaptif dan solutif Agenda 4: Habituasi — diwujudkan dalam kebiasaan nyata, bukan sekadar teori Meskipun dilaksanakan secara daring, proses pembelajaran tetap berlangsung interaktif. Berbagai materi yang diberikan membuka wawasan peserta mengenai peran ASN sebagai pelayan publik sekaligus perekat persatuan bangsa. Nilai-nilai BerAKHLAK yang menjadi fondasi budaya kerja ASN juga memberikan pemahaman bahwa profesionalisme harus berjalan beriringan dengan integritas dan orientasi pelayanan. Setelah menyelesaikan pembelajaran daring, peserta mengikuti Seminar Rancangan Aktualisasi. Pada tahap ini, kami dituntut untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di unit kerja masing-masing. Dari permasalahan tersebut, peserta menyusun sebuah gagasan yang diharapkan mampu memberikan solusi dan perbaikan terhadap proses kerja yang ada. Bagi saya, tahap ini menjadi salah satu bagian paling menarik karena memberikan kesempatan untuk berpikir kritis sekaligus berkontribusi secara nyata bagi organisasi. Perjalanan kemudian berlanjut pada tahap habituasi yang berlangsung dari 6 Maret hingga 8 Mei 2026. Pada fase ini, gagasan yang telah disusun tidak lagi berhenti di atas kertas, tetapi mulai diterapkan di lingkungan kerja. Habituasi mengajarkan bahwa inovasi sekecil apa pun memerlukan komitmen, kerja sama, dan konsistensi agar dapat memberikan manfaat yang nyata. Tahap yang paling berkesan adalah pembelajaran klasikal yang dilaksanakan di Kampus LAN Jatinangor. Sebanyak 155 CPNS KPU se-Jawa Barat, Kementrian Agama, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cirebon berkumpul dan tinggal bersama di asrama. Kami ditempatkan dalam satu kamar yang berisi tiga orang peserta dengan latar belakang kabupaten dan kota yang berbeda. Dari sinilah pengalaman kebersamaan, kolaborasi, dan saling belajar satu sama lain dimulai. Pada agenda Bela Negara, kami mengikuti berbagai kegiatan yang menguji fisik dan mental, termasuk pendakian di kawasan kaki Gunung Manglayang. Aktivitas tersebut mengajarkan pentingnya disiplin, ketahanan diri, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Rasa lelah selama perjalanan justru menjadi pengalaman berharga yang mempererat kebersamaan antar peserta. Agenda berikutnya diisi dengan penguatan nilai-nilai ASN BerAKHLAK melalui ceramah, diskusi, dan berbagai aktivitas di kelas. Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah saat kami diminta mewawancarai beberapa orang yang berperan di lingkungan asrama , mulai dari petugas keamanan, staf, hingga pegawai koperasi. Dari percakapan sederhana tersebut, kami diajak melihat bagaimana nilai-nilai BerAKHLAK diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Hasil wawancara kemudian dipresentasikan di kelas dan menjadi bahan refleksi bersama. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa nilai BerAKHLAK tidak hanya berlaku bagi ASN, tetapi juga dapat diwujudkan oleh siapa saja melalui sikap tanggung jawab, pelayanan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Pada agenda Kedudukan dan Peran PNS Menuju Smart Governance, suasana pembelajaran terasa semakin menarik. Selain mempelajari berbagai tantangan birokrasi modern, kami juga diminta menampilkan drama bertema disiplin dan profesionalisme ASN. Meski awalnya terasa menantang, kegiatan ini justru menjadi salah satu momen yang paling seru. Setiap kelompok menampilkan kreativitasnya masing-masing sambil menyampaikan pesan penting tentang peran ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Melalui cara yang sederhana dan menyenangkan, materi yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami dan diingat. Seluruh rangkaian Latsar kemudian ditutup dengan Seminar Laporan Aktualisasi. Pada tahap ini, setiap peserta mempresentasikan hasil pelaksanaan gagasan yang telah diterapkan di unit kerja masing-masing. Seminar ini menjadi bukti bahwa Latsar bukan hanya tentang memahami teori, tetapi juga tentang kemampuan menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi organisasi. Bagi saya, Latsar CPNS bukan sekadar tahapan administratif menuju status PNS. Latsar adalah perjalanan belajar yang mengajarkan integritas, profesionalisme, disiplin, kolaborasi, dan semangat melayani. Dari ruang kelas hingga aktualisasi, setiap proses memberikan pelajaran berharga yang akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai ASN yang berorientasi pada pelayanan publik. Penulis, Kulsum Khoiriah Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi
Selengkapnya